Beberapa Penyebab Aki Mobil Mati Atau Tak Berfungsi Dengan Baik

Aki memberi kontribusi besar terhadap beberapa mekanisme penting untuk mengendarai sebuah mobil. Jika malfungsi terjadi maka anda tidak dapat melakukan starter, sistem pencahayaan menjadi minimal, dan perangkat atau pun komponen-komponen yang operasinya berdasarkan energi listrik menjadi tidak berfungsi. Pengemudi dengan nyaman memanfaatkan kecanggihan fitur eksterior dan interior, merupakan dampak dari penggunaan teknologi energi kimia-elektrik ini. Sejak pemakaian pertama kali, aki telah membantu berbagai bentuk inovasi dan fitur-fitur baru agar bisa diaplikasikan pada sebuah kendaraan roda empat. Mulai dari membaca dengan cahaya lampu baca, mendengar musik via audio car, menonton dvd, dan menikmati sejuknya aliran udara dari Air Conditioner, sampai dengan warning pada safety and security system, semua bisa terealisasi dengan suplai tenaga listriknya.

Untuk mencegah malfungsi, pengendara perlu mengetahui beberapa penyebab aki mobil cepat mati, sebagai berikut ;

1. Jarak Pendek atau Waktu Kendara Singkat,

Kebiasaan berkendara dalam jarak pendek membuat alternator tidak dapat mengisi ulang tenaga yang telah terpakai. Begitu juga dengan waktu berkendara yang singkat. Alternator merupakan mekanisme yang mengatur pengisian ulang yang bersumber dari energi mekanik mesin. Butuh waktu di atas 20 menit bagi alat tersebut untuk bekerja mengubah energi mekanik menjadi sumber listrik. Kekosongan alternator yang terjadi berulang kali dapat merusak sel penyimpan atau capasitor.

2. Suhu Ekstrim,

Tenaga listrik yang dihasilkan berasal dari sel-sel battery melalui reaksi kimiawi. Faktor lingkungan sekitar kendaraan, khususnya suhu di dekat aki sangat mempengaruhi kinerja selama proses transformasi energi. Beruntung di Indonesia cuma mengenal dua musim, panas dan dingin, dengan perbedaan suhu yang tidak begitu ekstrim. Namun, temperatur ekstrim dapat terjadi secara sederhana. Pemakaian yang lama dan perjalanan jauh, kemudian kendaraan diparkir begitu saja, kehujanan, tanpa body covering dapat menimbulkan perbedaan suhu yang signifikan bagi kerusakan proses kimiawi aki.

3. Kelebihan Beban,

Intensitas voltage menyebabkan beban berlebih pada aki. Pemakaian secara bersamaan fitur-fitur canggih yang ada pada sebuah mobil, meski terbilang hemat konsumsi tenaganya dan dilengkapi alternator, tetap saja menggerogoti suplai. Ditambah dengan kebiasaan menghidupkan berbagai fitur dan gadget tambahan sementara mesin mati. Korsleting pada alarm system dan warning yang terus menerus bekerja karena kelalaian pengemudi atau penumpang, juga mengakibatkan pemborosan. Energy Safety Stock harus disisakan sekian persen sesuai dengan petunjuk dari produsennya. Dampak buruk jika ketersediaannya tidak memadai, akan merusak sistem recharged yang dilakukan nanti.

4. Korosi,

Musuh lama yang sepertinya abadi, begitulah gambaran aki terhadap korosi. Kemustahilan menghindarinya, mengharuskan perawatan intensif dan berkala yang tidak bisa ditawar. Selama komponen sumber listrik mobil tetap bersentuhan dengan udara bebas, walau pun berintensitas kecil, sepanjang itu pula peluang timbulnya korosi. Tips perawatan dan cara membersihkan korosi dapat diperoleh dari berbagai referensi. Bisa dilakukan sendiri atau diserahkan kepada teknisi.

5. Expired atau Batas Usia,

Setiap komponen kendaraan termasuk aki, memiliki keterbatasan waktu pemakaian. Umur efektif dipengaruhi senyawa pembentuk setiap sel dan bahan kemasannya. Perawatan yang reguler dan intensif tidak dapat menggantikan kadaluarsanya. Penggantian unit baru harus segera dilakukan untuk menghindari korsleting dan breakdown voltage yang dapat merusak fitur dan gadget dalam kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>